PAHALA

     Terkadang kita tidak teliti akan suatu hal atau kita hanya ingin tahu sepintas saja padahal banyak kata-kata yang menurut kita mungkin hanya kata biasa, tapi diluar sana banyak sekali kata yang bermakna. Nyangka tidak kita? kalau HERO dalam Bahasa Inggris jika diartikan dalam Bahasa Indonesia adalah PAHLAWAN, sesungguhnya gabungan dari kata pahala dan wan atau pahala dan wati. Karenanya, definisi yang menonjol pertama kali pahlawan itu semestinya adalah orang yang penuh dengan pahala, karena dia sudah melakukan sesuatu yang layak untuk mendapatkan ganjaran pahala. Pahala itu datang apabila kita ikhlas mencarinya. Kadang rumusannya berbalik dengan orang yang mencari kekayaan materi. Konsep pahala itu abstrak,suatu nilai yang beyond materi, jauh melintasi materi tidak bisa diukur dari ukuran materi.

     Kekayaan materi, bahkan adalah ujian. Dia biisa menjadi alat untuk menghasilkan pahala atau sebaliknya dapat memicu akan datangnya dosa. Tuhan tidak diskriminatif (membeda-bedakan) dalalm memberikakn pahala terhadap hambanya yang meminta dan berusaha. Tidak karena ia orang kaya maka pahalanya harus banyak atau melimpah. Jika kekayaan hasil korupsi, BAGAIMANA?.

     Jika seumpamanya Tuhan hanya memberi pahala untuk orang kaya berarti Tuhan diskriminatif dong, tapi dalam kenyataannya TIDAK. Tuhan tidak diskriminatif , Tuhan maha adil atas segala sesuatu, Sang pemberi rezeki, Sang pengatur waktu, Sang penata pahala yang paling adil dan bijak. Bahkan manakala kebaikan itu sebesar anak kuman-pun Tuhan akan membalasnya dengan sebaik-baiknya.

     Mencari pahala itu tidak usah menutup diri dari aktivitas sosial, karena manusia makhluk sosial. Menyingkirkan duri atau benda-benda yang menghambat lalu lintas di tengah jalan, ialah aktivitas pahlawan. Mencegah kuman berbuat korupsi, apalagi yang terakhir itu kita akui memang sulit. Apalagi, definisi korupsi belum sudah dipersoalkan, makna yang termasuk berikut besar nilainya.

     Tanpa mengurangi rasa hormat pada para pahlawan, yang memang benar-benar pahlawan yang secara resmi diakui oleh negara melalui SURAT KEPUTUSAN PRESIDEN, atau pendahulu-pendahulu kita yang dimakamkan ditaman makam pahlawan, kita mungkin sepakat bahwa pahlawan tidak harus formal sifatnya. Negara mempunyai keterbatasan terhadap banyak hal dan pertimbangan untuk mengakui kepahlwanan formal itupun, tak lepas dari pertimbangan politik. Jika politik sudah masuk, maka ia terkait dengan hal ihwal subjektifitas kekuasaan.

     Dan karena itu kepada anak-anak silahkan bercita-citalah menjadi pahlawan, tetapi kita harus membayangkan kelak akan diakui sebagai pahlawan formal yang jasadnya dikubur dimakam pahlawan. Kepada anak-anak dan kita semua tentunya. Jika ingin menjadi pahlawan caranya mudah silahkan berbuat baik, saling tolong-menolong tanpa pamrih, walau tanpa pamrih itu sulit, kita boleh mengambilnya tapi jangan banyak-banyak.

     Jadi apabila anak anda bertanya, apasih itu PAHLAWAN? jawab saja yang ringkas, pahlawan itu ialah apabila kamu berbuat baik akan semuanya. Pahlawan itu apabila kamu sudah berusaha bersungguh-sungguh dalam belajar, ikhlas menerima apapun hasilnya. Ibu-ibu penambal ban dipinggir jalan itu, ia pahlawan karena bekerja halal demi keluarganya tidak demikian halnya dengan para koruptor.

Mohamad Husni Mubarok

XII-IPA 2

Posted on: July 20, 2017, by : Siswa MAN 2 Kuningan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>