Kumpulan Tutorial


Belajar Bahasa Inggris dengan Benar

Oleh Asep Wahyudin, S.Pd.

Ketika mengikuti tes wawancara dalam bahasa Inggris, seorang teman memperoleh hasil yang tidak memuaskan. Dan akhirnya ia dinyatakan tidak lulus. Awalnya saya tidak meragukan kompetensi teman saya dalam bahasa Inggris sebab selaian cerdas, hampir tiga tahun ia mengikuti kursus di lembaga yang cukup terkenal. Saya sama sekali tidak menyalahkan tempat kursus di mana teman saya menghabiskan waktu cukup lama untuk belajar bahasa Inggris, tapi setelah saya coba selidiki, rupanya ada yang salah dengan cara belajar bahasa Inggrisnya.
Kesalahan yang sama dilakukan oleh banyak orang yang belajar bahasa Inggris di mana pun dan dalam berbagai tingkatan. Sehingga jangan heran bila banyak siswa SMU hanya cengar-cengir, gugup atau lebih banyak diam bahkan terbengong-bengong ketika berhadapan dengan orang asing yang menggunakan bahasa Inggris. Tidak sedikit siswa SMU begitu tegang saat diajak bicara bahasa Inggris oleh gurunya. Dengan kata lain, kemampuan bahasa Inggris kita – meski telah belajar bertahun-tahun – secara umum tidak memadai walaupun untuk sekedar berkomunaksi secara sederhana.
Lalu bagaimanakah belajar bahasa Inggris yang benar itu? Paparan berikut mudah-mudahan bisa sedikit membantu siapapun untuk belajar bahasa Inggris dengan lebih baik sehingga hasilnya bisa memuaskan.

1. Berani Bicara

Bahasa adalah bicara. Tidak ada bahasa bagi mereka yang tidak bicara. Pernyataan ini tidak sepenuhnya benar karena bahasa tidak semuanya ditunjukkan dengan bicara. Tapi kemampuan bicara merupakan kemampuan produktif dari bahasa yang langsung bisa dilihat oleh orang yang berkomunikasi dengannya. Mereka yang memegang prinsip diam adalah emas dalam belajar bahasa tidak akan pernah menguasai bahasa apapun.
Apa yang mesti dibicarakan? Harus ngomong apa? Apa saja. Segala hal bisa kita bicarakan. Untuk memulaikan kita bisa menggunakan ungkapan-ungkapan yang biasa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ungkapan-ungkapan ini biasanya menggunakan kalimat pendek dan sederhana, contoh: Good morning, how are you today? Do you know what time is it? Is today Monday? Have you finishen your homework? Can you tell me what’s the date today? It’s very hot this afternoon, dan lain-lain. Jadikan ini sebagai awal keseriusan kita dalam belajar bahasa Inggris. Biasakanlah untuk mengungkapkan hal sederhana ini dalam berbagai kesempatan.
Sedikit bicara atau malah banyak diam merupakan kesalahan besar dalam belajar bahasa Inggris. Bila ini tetap dipertahankan, sebonafide apapun suatu lembaga kursus tetap tidak akan menjamin penguasaan bahasa Inggris yang baik.

2. Menguasai Tenses dan Tata Bahasa Lainnya

Bahasa adalah aturan. Salah besar bila ada orang yang mengatakan jangan perhatikan tata bahasa ketika berbicara bahasa Inggris. Benar untuk melatih keberanian awalnya kita tidak terlalu fokus pada aturan, tapi bila dipertahankan bahasa yang tanpa aturan justru akan membingungkan. Bahasa yang tanpa aturan adalah bahasa yang amburadul. Siapapun akan sulit memahami bahasa seperti ini.
Sesederhana apapun suatu kalimat dalam suatu bahasa pasti memiliki aturan. Mereka yang tidak memahami struktur pola kalimat dan penggunaannya tentu akan kesulitan dalam berbahasa Inggris yang benar. Bukankah kurang tepat kita bertanya What do you do? Kepada seseorang dengan maksud menanyakan apa yang sedang dia lakukan. Kalimat yang lebih tepat adalah What are you doing?
Sebagai orang yang belajar suatu bahasa asing, kita dituntut untuk mengikuti aturan berbahasa dari bahasa yang kita pelajari. Meskipun demikian, janganlah hal ini justru jadi penghambat kita untuk takut berbicara karena takut salah menggunakannya. Dalam belajar, salah adalah hal biasa tapi tentunya jangan dibiasakan.
Jadi, kita harus benar-benar menguasai pola kalimat serta aturan lainnya dalam bahasa Inggris. Menguasai suatu bahasa berarti memahami aturan-aturan bahasa tersebut. Pahami dan gunakan sesering mungkin dalam percakapan sehari-hari.
Menganggap remeh aturan berbahasa atau bahkan mengabaikannya merupakan kesalahan lain dalam belajar bahasa Inggris.

3. Senantiasa Menambah Kosa Kata

Bagaimanapun bahasa adalah rangkaian kata. Semakin banyak kata yang kita kuasai akan semakin mudah kita merangkai kata-kata tersebut untuk mengungkapkan maksud dalam kalimat yang bervariasi.
Namun, banyak orang yang salah dalam menambah kosa kata. Mereka hanya menuliskan arti kata yang dipelajarinya di bagian pinggir, di bawah atau di atas kata yang tidak dipahaminya. Cara seperti ini tentu akan menyulitkan kita untuk benar-benar menguasainya, dalam arti membaca, mengulang kembali serta menghapalkan kata tersebut pada kesempatan lain. Dan tentu saja tulisan seperti ini tidak menarik dan mungkin akan menurunkan semangat belajar kita.
Cara yang benar untuk memperkaya kosa-kata kita adalah menambahnya sedikit demi sedikit serta perlahan-lahan, tidak sekaligus. Tapi lakukan hal ini terus-menerus. Buatlah dalam buku khusus atau lebih bagus lagi dalam kartu warna-warni yang menarik. Apa yang mesti kita tuliskan di sana?
Pertama, tulislah kata yang ingin kita kuasai beserta lafalnya (cara membacanya). Gunakan kamus yang representatif, yang pelafalannya bisa dipertanggungjawabkan. Saat ini untuk mengetahui lafal kita pun bisa menggunakan aplikasi dari Google Translate.
Kedua, tuliskan pula contoh penggunaan kata tersebut dalam kalimat. Cukup satu atau dua kalimat. Untuk memudahkannya, kita langsung mengambil contoh kalimatnya dari teks yang kita pelajari.
Ketiga, tulislah arti dari kata tersebut di belakang kartu atau di bagian lainnya. Tidak boleh langsung di dekat kata yang ingin kita kuasai. Mengapa harus begini? Agar kita biasa berpikir dengan bahasa Inggris. Salah kalau kita menggunakan bahasa Indonesia lalu di-Inggris-kan. Setiap bahasa memiliki cara yang berbeda dalam mengungkapkan maksud/ide/gagasan. Dengan demikian, secara bersamaan kita mengetahui penulisan, cara membaca juga penggunaan langsung kata tersebut dalam kalimat sekaligus mengetahui artinya, bahkan tanpa membuka arti dari kata yang dimaksud. Inilah yang dinamakan menguasai satu kata. Jadi, sekali lagi bukan dengan cara menuliskan arti dari kata tersebut di bagian pinggir atau bawah teks atau dialog.
Keempat, tuliskan nomor secara berurutan di setiap kata yang kita tuliskan tersebut. Hal ini pun untuk memudahkan kita mengukur seberapa banyak perbendaharaan kata yang benar-benar telah kita kuasai. Bacalah berulang-ulang kata-kata tersebut dan gunakan dalam percakapan maupun tulisan sampai kita menyatu dengan kata-kata itu. Kata-kata ini menjadi milik kita bila kita dengan mudah spontan menggunakannya.
Kurangnya perhatian kita dalam menambah kosa kata ini membuat kemampuan bahasa Inggris kita jalan di tempat.

4. Membiasakan Menyimak Penutur asli (Native Speaker)

Bagi mereka yang tinggal di Amerika, Inggris atau Australia tentu ini bukan hal yang sulit. Setiap saat mereka berkomunikasi dengan orang yang sejak kecil berbicara bahasa Inggris. Mereka yang tinggal di lokasi wisata yang sering dikunjungi turis asing mungkin bisa langsung berkomunikasi dengan para turis tersebut. Lalu, bagaimana dengan kita yang tidak memiliki keuntungan tersebut?
Banyak jalan menuju Roma. Bagi mereka yang menyukai lagi Barat, belajar dari penyanyi favorit melalui kaset atau youtube menjadi pilihan menarik. Bagi yang suka film Hollywood, sering-seringlah menyimak tayangan-tayangannya tanpa melihat terjemahannya. Untuk awal kita bisa menggunakan teks bahasa Inggris langsung sambil kita mendengar bagaimana kata dan kalimat tersebut diucapkan. Atau saat ini kita bisa memilih tayangan youtube, baik yang khusus untuk pelajaran bahasa Inggris atau pun tayangan dengan tema-tema kehidupan lainnya.
Kesulitan awal kita untuk memahami para penutur asli ini adalah kecepatan dan ketidakjelasan. Tetapi seiring jalannya waktu bila kita rutin melakukannnya, perlahan-lahan kita justru merasa heran dengan kelambatan berbicara para penutur asli di kaset-kaset tingkat pemula. Sedikitnya “kontak” kita dengan para penutur asli ini mengakibatkan rasa bahasa kita kurang terasah sehingga kita tetap kebingungan memahami mereka.

5. Akrab dengan teks bahasa Inggris

Kita banyak belajar dari bacaan berbahasa Inggris. Melalui teks ini kita bisa mengetahui bagaimana mereka mengungkapkan ide dan gagasannya. Biasakanlah membaca koran, majalah, novel, komik, atau buku-buku berbahasa Inggris lainnya. Bacaan variatif ini pun bisa mencegah kejenuhan belajar. Teruslah membaca walaupun pada mulanya banyak sekali kata yang tidak kita pahami. Yang penting, secara umum kita menangkap maksud dari teks yang kita baca. Daya baca yang semakin meningkat terhadap teks Inggris ini tentu akan semakin meningkatkan kompetensi bahasa Inggris kita. Disadari atau tidak kosa kata pun akan semakin bertambah seiring dengan keakraban kita dengan teks-teks bahasa Inggris.
Keterbatasan kita dalam mengonsumsi teks berbahasa Inggris membuat kemampuan bahasa Inggris kita kurang berkembang. Kekurangan kita adalah menjadikan buku paket atau buku pegangan sebagai satu-satunya sumber belajar, tanpa menambah dengan sumber bacaan lainnya.

6. Mempelajari dan Menghapalkan Ungkapan/Idiom

Cukup banyak ungkapan yang maknanya sama sekali berbeda tatkala kita terjemahkan langsung ke dalam bahasa Indonesia. Contoh sederhana, kurang tepat bila kita artikan What is the correct time? Dengan “Pukul berapa yang benar?”
Biasanya kita banyak menemukan ungkapan-ungkapan seperti ini dalam dialog atau percakapan. Bacalah ungkapan tersebut dengan keras dan latihlah berulang-ulang. Perlahan-lahan, insya Alloh, kita pasti menguasainya.
Kurangnya perhatian terhadap ungkapan-ungkapan ini pun akan menghambat kemahiran bahasa Inggris kita.

7. Carilah Partner Setia

Kita butuh teman untuk meningkatkan kemahiran bahasa Inggris kita. Lingkungan yang mendukung akan lebih memudahkan kita untuk lebih cepat menguasai bahasa Inggris. Di tempat-tempat kursus tentunya lebih mudah menemukan teman dengan kemauan yang sama – walaupun tidak selalu jadi jaminan – daripada di sekolah. Setelah menemukan teman yang cocok dengan komitmen yang sama – lebih banyak lebih bagus – buatlah komitmen bersama untuk senantiasa menggunakan bahasa Inggris dalam berkomunikasi. Buanglah jauh-jauh alasan untuk tidak melakukannya, seperti, tidak bisa, malu, takut dan semacamnya. Yakinkan, bersama kita bisa. Dengan komitmen bersama untuk berbahasa Inggris di berbagai kesempatan, sedikit-sedikit kita akan semain kompeten berbahasa Inggris.
Lingkungan yang kurang mendukung akan memandegkan kemampuan bahasa Inggris kita.

8. Optimalkan Guru Pembimbing

Guru sangat penting dalam belajar apapun, juga bahasa Inggris. Tentu saja guru yang mumpuni. Selain sebagai partner dalam bicara bahasa Inggris, guru bisa sekaligus mengoreksi kekeliruan kita dan tempat kita bertanya kalau ada kesulitan.
Kurang optimal dalam memanfaatkan guru merupakan kesalahan berikutnya sehingga kita tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik.

Selamat belajar bahasa Inggris dengan benar! Mudah-mudahan kemampuan bahasa Inggris Anda semakin baik. Good luck!

Pengolahan List Pada Bahasa Python

Struktur data yang paling dasar di Python adalah urutan. Setiap elemen dari urutan diberikan sebuah nomor posisinya atau indeks. Indeks pertama adalah nol, indeks kedua adalah satu, dan seterusnya. Python memiliki enam built-in jenis urutan, tetapi yang paling umum adalah list dan tupel. Yang kita akan bicarakan dalam tutorial ini adalah LIST. Ada hal-hal tertentu yang dapat Anda lakukan dengan semua jenis urutan. Operasi ini termasuk indexing, slicing, adding, multiplying, dan memeriksa keanggotaan. Selain itu, Python memiliki fungsi built-in untuk menemukan panjang urutan dan untuk menemukan elemen yang terbesar dan terkecil.

List pada Python
List adalah struktur data yang paling serbaguna yang tersedia di Python. List dapat ditulis sebagai urutan nilai (item) yang dipisahkan oleh koma dalam kurung siku. Item dalam List tidak perlu memiliki tipe data yang sama. Untuk membuat sebuah List dapat dilakukan dengan menempatkan nilai-nilai item dipisahkan dengan koma dan diletakkan diantara tanda kurung siku. Sebagai contoh:

>> List1 = ['Andi','Budi',2014,2015];
>> List2 = [1, 2, 3, 4, 5, 6];
>> list3 = ["a", "b", "c", "d"];

Untuk mengakses item-item dalam List, gunakan tanda kurung siku diikuti dengan index dari elemen tersebut. Ingat bahwa indeks diawali dari angka 0. Untuk melakukan slicing, index ditulis sebagai index_awal : index_akhir. Berikut ini adalah contoh sederhana:

>>> list1
['Andi', 'Budi', 2014, 2015]
>>> list1[1]
'Budi'
>>> list1[1:3]
['Budi', 2014]

Anda dapat memperbarui sebuah atau beberapa elemen dalam sebuah list dengan memberikan potongan (slice) di sisi kiri dari operator penugasan(=), dan Anda dapat menambah elemen dalam List dengan metode append (). Sebagai contoh:

>>> List1 = ['Andi','Budi',2014,2015]
>>> List1[0]='Deni'
>>> List1
['Deni','Budi',2014,2015]
>>> List1[0:2]=2011,2012
>>> List1
[2011,2012,2014,2015]
>>> List1.append('Bambang')
>>> List1
[2011,2012,2014,2015,'Bambang']

Untuk menghapus sebuah elmen dari list, Anda dapat menggunakan perintah del jika Anda tahu pasti posisi elemen yang akan dihapus, atau gunakan metode remove() jika tidak tahu pasti. Sebagai contoh:

>>> List1 = ['Andi','Budi',2014,2015]
>>> del List1[1]
>>> List1
['Andi',2014,2015]
>>> List1.remove(2014)
>>> List1
['Andi',2015]

Operasi Dasar Pada List
List berperilaku hampir sama denga string ketika dikenai operator + dan *. Hasil dari opersi yang dilakukan adalah sebuah list baru. Berikut beberapa operasi dasar terhadap list menggunakan operator + dan *

Kode di Python Hasil Deskripsi
len([1, 2, 3]) 3 Length
[1, 2, 3] + [4, 5, 6] [1, 2, 3, 4, 5, 6] Concatenation
[‘Hi!’] * 4 [‘Hi!’, ‘Hi!’, ‘Hi!’, ‘Hi!’] Repetition
3 in [1, 2, 3] True Membership
for x in [1, 2, 3]: print x, 1 2 3 Iteration