Kumpulan Opini Publik


Hati Tentram dengan Zikir Lisan

Oleh Asep Wahyudin

“…dan Alloh memberikan petunjuk kepada orang yang kembali kepada-Nya, yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Alloh. Ingatlah, hanya dengan zikir kepada Alloh hati menjadi tentram.” (Surat Ar Ra’du ayat 27 – 28)
“Aku bersama hamba-Ku jika ia mengingat-Ku dan bersama orang yang bibirnya bergerak karena mengingat-Ku.“ (Hadits Qudsi diriwayatkan Bukhari)

Di bulan suci Ramadhan kita menyaksikan gairah ibadah meningkat di kalangan umat Islam. Masjid dan mushola tampak dipenuhi orang yang shalat baik wajib maupun sunah. Juga tilawah Qur’an terdengar hampir di setiap pengeras suara tempat ibadah tersebut. Dakwah lisan melalui kultum baik menjelang Shalat Tarawih maupun ba’da Shubuh menambah semarak bulan yang penuh berkah ini. Semoga hal ini bisa tetap kita pertahankan di bulan-bulan pasca Ramadhan.
Ada satu lagi ibadah yang di kalangan umat Islam selalu di laksanakan baik saat Ramadhan dan di luar Ramadhan, dan manfaatnya luar biasa untuk ketenangan jiwa, yakni zikir, terutama zikir lisan. Biasanya zikir lisan ini kita laksanakan setelah shalat fardhu. Pada saat itikaf selain shalat dan tadarrus Qur’an, zikir pun bisa dijadikan pilihan.
Untuk meraih keutamaan-keutamaan zikir lisan ini ada beberapa hal yang sebaiknya kita perhatikan sebelum melaksanakannya, yaitu:
1. Berwudhu terlebih dahulu.
Zikir tanpa wudhu pun sebenarnya bukanlah hal terlarang. Tetapi alangkah lebih baiknya kita meraih keutamaan dengan melakukannya dengan memiliki wudhu. Dalam pelaksanaannya isya Alloh kita akan merasakan perbedaan, saat kita memiliki wudhu zikir terasa lebih nikmat.
2. Niatkan untuk ibadah dan taqarrub (mendekatkan diri) kepada Alloh dengan tujuan mencari kerelaan, cinta dan ma’rifah kepada-Nya.
Inilah sebaik-baiknya niat dalam berzikir. Adapun seringkali ada hajat duniawi yang ingin kita raih melalui zikir kita, janganlah hal itu menjadi tujuan utama. Alloh pasti mengetahui hajat kita dan dengan dekat kepada-Nya kalau memang hajat itu baik bagi kita inya Alloh, Alloh akan mengabulkannya.
3. Lakukan di tempat dan suasana yang menunjang kekhusyuan.
Tidak bisa dipungkiri tempat dan suasana berpengaruh besar dalam aktivitas zikir kita. Masjid atau rumah yang bersih dan sunyi isnya Alloh lebih nyaman untuk zikir dibanding tempat yang tidak terawat dan bising. Di manapun kita bisa berzikir, kecuali tentunya di tempat yang memang dilarang untuk itu.
4. Pahami makna yang terkandung dalam lafal zikir dengan sebaik-baiknya.
Pasti beda zikir yang dilakukan dengan pemahaman dan tidak. Pemahaman lebih mudah untuk aktivitas zikir selanjutnya…
5. Hayati makna ucapan zikir dan resapkan ke dalam hati.
Setelah pemahaman inya Alloh lebih mudah menghayati dan meresapkannya ke dalam hati.
6. Kosongkan hati dan ingatan dari segala sesuatu selain Alloh.
Bagi yang mengawali zikir hal ini mungkin berat dilakukan. Tetapi bagi yang sudah terbiasa dengan zikir kenikmatan zikir dengan mudah menghalau segala sesuatu selain Alloh.
7. Lakukan zikir dengan khidmat.
Tentu saja seperti halnya ibadah lainnya yang langsung berhubungan dengan Alloh seperti shalat dan berdo’a, zikir hendaknya kita lakukan dengan khidmat, penuh kesungguhan.
8. Berusahalah mewujudkan pesan-pesan moral zikir dalam hidup kita.
9. Jadikan zikir lisan sebagai wirid harian.
Wirid secara bahasa berarti sesuatu yang datang secara tetap atau dilakukan berulang-ulang. Seperti halnya membaca Al Qur’an, zikir dan shalat malam misalnya mengandung pengertian bahwa itu semua dilakukan secara istiqamah-mudawwamah, yakni tetap, rutin dan berkesinambungan.
Mudah-mudahan kita bisa meraih ketentraman hati di bulan suci ini melalui pengamalan zikir lisan yang istiqamah. Aaaamiiiiiiin Ya Rabbal’alamiiiiiin….
(Dari berbagai sumber)

Nice Story

Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia.
Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya, “Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?”. Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia menolak untuk menikah dengannya. Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk surat singkat kepada gadis itu,……… “Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya.”

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

Hidup adalah anugerah…
Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar, ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.
Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke surga.
Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu, ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.
Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai, ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.
Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh, ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.
Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,ingatlah akan para pengangguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.
Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.
Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini. Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah itu.

NIKMATILAH SETIAP SAAT DALAM HIDUPMU, KARENA MUNGKIN ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI