Kumpulan Cerita Pendek


Surat Cinta Dari ALLAH

Aku telah membukakan matamu berharap kita akan saling menyapa dalam sujud subuh mu. Namun, jangankan menyapa-KU, saat kau bangunpun tak ada doa pada-KU hanya sekedar untuk mengingat-KU. AKU masih tersenyum karena masih ada waktu dhuha untuk Kita saling menyapa, namun lagi-lagi kau melupakan-KU dengan memilih bergosip ria bersama temanmu. Adzan dzhur berkumandang, AKU merasa gembira karena AKU pikir kau mau mengunjungi rumah-KU, hanya demi mengisi perutmu dengan teman-temanmu yang itupun tidak kau awali dengan menyebut nama-KU. Setiap kali kau mendengar panggilan-KU, kau tak pernah mengindahkannya tetapi jika nada dering di handphonemu berbunyi kau dengan gesit menjawabnya.

AKU cemburu melihat engkau sangatlah dekat dengan teman-temanmu yang menyesatkan, juga dengan handphone mu yang melalaikan. Tapi, AKU masih berharap jika engkau akan mengingat-KU, mungkin saat siang hari kau terlalu sibuk dengan duniawi. Maka, AKU membangunkanmu saat kau terlelap tidur dimalam hari, dengan tujuan agar kau bangun dan mau berbicara, mengadu dan berharap pada-KU di heningnya malam hanya kita berdua hingga kau meneteskan airmata. Tapi, ternyata itu hanyalah khayalan-KU, karena saat siang hari kau sibuk dengan duniawi sedangkan malam hari kau terlalu nyaman dengan mimpi. Tolong jangan kau “berjalan” menjauhi-KU, jika benar begitu, maka AKU akan “berlari” menjauhimu.

 

 

SINDI PRATIWI

XI-IPA 2