Kumpulan Artikel


BANJIR BANDANG YANG KEMUNGKINAN TERJADI KARENA PEMANASAN GLOBAL

Banyak ilmuan yang memprediksikan bahwa banjir bandang kemungkinan akan terjadi. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan banyaknya es yang mencair diantara dua kutub.

Penelitian terbaru juga membuktikan bahwa setiap satu tahun 8000m3. Hal tersebut menandakan  bahwa kondisi bumi semakin panas dan itu bisa dibuktikan meningkatnya produksi kendaraan bermotor dan banyaknya penggunaan bahan bakar fosil berupa batu bara dan minyak bumi. Dengan meningkatnya produksi kendaraan bermotor ditambah penggunaannya dan penggunaan bahan bakar fosil untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya, maka jumlah Gas Rumah Kaca/CFC bertambah banyak seperti karbondioksida, yang mana dengan bertambah banyaknya jumlah CFC akan membuat suhu bumi bertambah panas.

Akibat dari bertambah panasnya suhu bumi es dikutub bumi pun banyak yang mencair, maka  akan banyak organisme yang mati dikarenakan hampir setiap organisme  membutuhkan air dan dengan mencairnya es dikutub maka persediaan air tawar yang bisa digunakan untuk minum berkurang karena 75% air tawar tersimpan dalam bentuk es dan 90% es tersebut berada di kutub. Yang akhirnya es tersebut menjadi asin karna menyatu dengan air laut.Yang akhirnya membuat air laut naik dan seolah-olah daratan mengalami degradasi. Hal tersebut dibuktikan dengan menurunnya daratan di pesisir pantai jakarta sekitar 10cm.

Bukan hanya itu, bahkan dengan meningkatnya jumlah CFC akan membuat _Ph_ air laut menjadi asam. Buktinya, yang tadinya pada abad ke-17 _Ph_ air menunjukan 8,2, setelah revolusi industri _Ph_ air menunjukan 8,1. Hal tersebut menunjukan bahwa Ocean Acidification terjadi walaupun perubahan Ph air dilaut tidak terlalu signifikan tapi itu menunjukan bahwa terjadinya proses pengasaman yang mana jika fenomena tersebut terus terjadi maka akan banyak organisme yang mati karena organisme akan susah untuk beradaptasi di _Ph_ yang berbeda. Perlu waktu lama untuk organisme-organisme dilaut untuk beradaptasi. Akibatnya bisa banyak organisme laut yang mati yang merupakan mata pencaharian para nelayan. Yang akhirnya ekosistem tidak seimbang.

 

 

Ikmal Nurfauzi

(XII-IPS 4)

PAHALA

     Terkadang kita tidak teliti akan suatu hal atau kita hanya ingin tahu sepintas saja padahal banyak kata-kata yang menurut kita mungkin hanya kata biasa, tapi diluar sana banyak sekali kata yang bermakna. Nyangka tidak kita? kalau HERO dalam Bahasa Inggris jika diartikan dalam Bahasa Indonesia adalah PAHLAWAN, sesungguhnya gabungan dari kata pahala dan wan atau pahala dan wati. Karenanya, definisi yang menonjol pertama kali pahlawan itu semestinya adalah orang yang penuh dengan pahala, karena dia sudah melakukan sesuatu yang layak untuk mendapatkan ganjaran pahala. Pahala itu datang apabila kita ikhlas mencarinya. Kadang rumusannya berbalik dengan orang yang mencari kekayaan materi. Konsep pahala itu abstrak,suatu nilai yang beyond materi, jauh melintasi materi tidak bisa diukur dari ukuran materi.

     Kekayaan materi, bahkan adalah ujian. Dia biisa menjadi alat untuk menghasilkan pahala atau sebaliknya dapat memicu akan datangnya dosa. Tuhan tidak diskriminatif (membeda-bedakan) dalalm memberikakn pahala terhadap hambanya yang meminta dan berusaha. Tidak karena ia orang kaya maka pahalanya harus banyak atau melimpah. Jika kekayaan hasil korupsi, BAGAIMANA?.

     Jika seumpamanya Tuhan hanya memberi pahala untuk orang kaya berarti Tuhan diskriminatif dong, tapi dalam kenyataannya TIDAK. Tuhan tidak diskriminatif , Tuhan maha adil atas segala sesuatu, Sang pemberi rezeki, Sang pengatur waktu, Sang penata pahala yang paling adil dan bijak. Bahkan manakala kebaikan itu sebesar anak kuman-pun Tuhan akan membalasnya dengan sebaik-baiknya.

     Mencari pahala itu tidak usah menutup diri dari aktivitas sosial, karena manusia makhluk sosial. Menyingkirkan duri atau benda-benda yang menghambat lalu lintas di tengah jalan, ialah aktivitas pahlawan. Mencegah kuman berbuat korupsi, apalagi yang terakhir itu kita akui memang sulit. Apalagi, definisi korupsi belum sudah dipersoalkan, makna yang termasuk berikut besar nilainya.

     Tanpa mengurangi rasa hormat pada para pahlawan, yang memang benar-benar pahlawan yang secara resmi diakui oleh negara melalui SURAT KEPUTUSAN PRESIDEN, atau pendahulu-pendahulu kita yang dimakamkan ditaman makam pahlawan, kita mungkin sepakat bahwa pahlawan tidak harus formal sifatnya. Negara mempunyai keterbatasan terhadap banyak hal dan pertimbangan untuk mengakui kepahlwanan formal itupun, tak lepas dari pertimbangan politik. Jika politik sudah masuk, maka ia terkait dengan hal ihwal subjektifitas kekuasaan.

     Dan karena itu kepada anak-anak silahkan bercita-citalah menjadi pahlawan, tetapi kita harus membayangkan kelak akan diakui sebagai pahlawan formal yang jasadnya dikubur dimakam pahlawan. Kepada anak-anak dan kita semua tentunya. Jika ingin menjadi pahlawan caranya mudah silahkan berbuat baik, saling tolong-menolong tanpa pamrih, walau tanpa pamrih itu sulit, kita boleh mengambilnya tapi jangan banyak-banyak.

     Jadi apabila anak anda bertanya, apasih itu PAHLAWAN? jawab saja yang ringkas, pahlawan itu ialah apabila kamu berbuat baik akan semuanya. Pahlawan itu apabila kamu sudah berusaha bersungguh-sungguh dalam belajar, ikhlas menerima apapun hasilnya. Ibu-ibu penambal ban dipinggir jalan itu, ia pahlawan karena bekerja halal demi keluarganya tidak demikian halnya dengan para koruptor.

Mohamad Husni Mubarok

XII-IPA 2

Keutamaan Membaca Al Qur’an

Oleh Asep Wahyudin, S.Pd.

“Ibadah umatku yang paling utama adalah membaca Al Qur’an.” (Al Hadits)

Semoga Alloh SWT memasukkan kita ke dalam golongan orang yang senantiasa membaca Al Qur’an, yang memelihara Al Qur’an dan terpelihara oleh Al Qur’an, yang merasakan lezatnya taqarrub kepada Alloh SWT melalui tilawah Qur’an.

Membaca Al Qur’an merupakan salah satu dari perniagaan yang tak akan merugi dan melaluinya Alloh SWT menyempurnakan pahala dan menambah karunia.  Perhatikanlah firman Alloh SWT dalam Surat Al Fathir (35)  ayat 29 – 30:”Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Alloh dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Alloh menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka Karunia-Nya.  Sesungguhnya Alloh Maha Pengampun dan Maha Mensyukuri.”

Membaca Al Qur’an merupakan kebaikan, bahkan dari setiap huruf yang kita baca.  Bukankan Rasululloh SAW bersabda:  “Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Alloh, dicatat baginya satu kebaikan, dan setiap kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh  yang semisalnya.  Aku tidak mengatakan Alif lam mim itu satu huru, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.”  Sayyidina Ali Karomallohuwajhah berkata,”Barangsiapa membaca Al Qur’an, sedang ia berdiri di dalam shalat, maka baginya atas setiap huruf seratus kebaikan.  Barangsiapa membacanya, sedang ia duduk di dalam shalat, maka baginya atas setiap huruf lima puluh kebaikan.  Barangsiapa membacanya, sedang ia berada di luar shalat dalam keadaan bersuci, maka baginya atas setiap huruf dua puluh lima kebaikan.  Dan barangsiapa membacanya, sedang ia dalam keadaan tidak bersuci, maka baginya atas setiap huruf sepuluh kebajikan.

Bahkan Alloh SWT menjanjikan pemberian yang utama kepada mereka yang karena kesibukannya berzikir dan membaca Al Qur’an, mereka lupa memohon kepada Alloh SWT.  Sabda Rasululloh SAW,”Alloh SWT berfirman,’Barangsiapa sibuk berzikir kepada-Ku dan membaca Kitab-Ku, sehingga tidak sempat memohon kepada-Ku, niscaya akan Ku-berikan kepadanya pemberian yang utama, yang pernah Ku-berikan kepada orang-orang yang memohon’.  Keutamaan pembicaraan Alloh SWT atas semua pembicaraan yang lain adalah seperti keutamaan Alloh SWT atas makhluk-Nya.”

Insya Alloh, mereka yang rajin membaca Al Qur’an akan memperolah syafa’at pada hari kiamat nanti.  Sabda Rasululloh SAW,”Bacalah Al Qur’an, sesungguhnya ia akan menjadi syafa’at bagi yang membacanya kelak di hari kiamat.”

Jadi, mari kita meraih fadhilah membaca Al Qur’an dengan istiqamah membacanya sepanjang hayat!

(Disarikan dari Kitab “Nasehat Agama dan Wasiat Iman”  karya Habib Abdullah Haddad)

 

Hati Tentram dengan Zikir Lisan

Oleh Asep Wahyudin

“…dan Alloh memberikan petunjuk kepada orang yang kembali kepada-Nya, yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Alloh. Ingatlah, hanya dengan zikir kepada Alloh hati menjadi tentram.” (Surat Ar Ra’du ayat 27 – 28)
“Aku bersama hamba-Ku jika ia mengingat-Ku dan bersama orang yang bibirnya bergerak karena mengingat-Ku.“ (Hadits Qudsi diriwayatkan Bukhari)

Di bulan suci Ramadhan kita menyaksikan gairah ibadah meningkat di kalangan umat Islam. Masjid dan mushola tampak dipenuhi orang yang shalat baik wajib maupun sunah. Juga tilawah Qur’an terdengar hampir di setiap pengeras suara tempat ibadah tersebut. Dakwah lisan melalui kultum baik menjelang Shalat Tarawih maupun ba’da Shubuh menambah semarak bulan yang penuh berkah ini. Semoga hal ini bisa tetap kita pertahankan di bulan-bulan pasca Ramadhan.
Ada satu lagi ibadah yang di kalangan umat Islam selalu di laksanakan baik saat Ramadhan dan di luar Ramadhan, dan manfaatnya luar biasa untuk ketenangan jiwa, yakni zikir, terutama zikir lisan. Biasanya zikir lisan ini kita laksanakan setelah shalat fardhu. Pada saat itikaf selain shalat dan tadarrus Qur’an, zikir pun bisa dijadikan pilihan.
Untuk meraih keutamaan-keutamaan zikir lisan ini ada beberapa hal yang sebaiknya kita perhatikan sebelum melaksanakannya, yaitu:
1. Berwudhu terlebih dahulu.
Zikir tanpa wudhu pun sebenarnya bukanlah hal terlarang. Tetapi alangkah lebih baiknya kita meraih keutamaan dengan melakukannya dengan memiliki wudhu. Dalam pelaksanaannya isya Alloh kita akan merasakan perbedaan, saat kita memiliki wudhu zikir terasa lebih nikmat.
2. Niatkan untuk ibadah dan taqarrub (mendekatkan diri) kepada Alloh dengan tujuan mencari kerelaan, cinta dan ma’rifah kepada-Nya.
Inilah sebaik-baiknya niat dalam berzikir. Adapun seringkali ada hajat duniawi yang ingin kita raih melalui zikir kita, janganlah hal itu menjadi tujuan utama. Alloh pasti mengetahui hajat kita dan dengan dekat kepada-Nya kalau memang hajat itu baik bagi kita inya Alloh, Alloh akan mengabulkannya.
3. Lakukan di tempat dan suasana yang menunjang kekhusyuan.
Tidak bisa dipungkiri tempat dan suasana berpengaruh besar dalam aktivitas zikir kita. Masjid atau rumah yang bersih dan sunyi isnya Alloh lebih nyaman untuk zikir dibanding tempat yang tidak terawat dan bising. Di manapun kita bisa berzikir, kecuali tentunya di tempat yang memang dilarang untuk itu.
4. Pahami makna yang terkandung dalam lafal zikir dengan sebaik-baiknya.
Pasti beda zikir yang dilakukan dengan pemahaman dan tidak. Pemahaman lebih mudah untuk aktivitas zikir selanjutnya…
5. Hayati makna ucapan zikir dan resapkan ke dalam hati.
Setelah pemahaman inya Alloh lebih mudah menghayati dan meresapkannya ke dalam hati.
6. Kosongkan hati dan ingatan dari segala sesuatu selain Alloh.
Bagi yang mengawali zikir hal ini mungkin berat dilakukan. Tetapi bagi yang sudah terbiasa dengan zikir kenikmatan zikir dengan mudah menghalau segala sesuatu selain Alloh.
7. Lakukan zikir dengan khidmat.
Tentu saja seperti halnya ibadah lainnya yang langsung berhubungan dengan Alloh seperti shalat dan berdo’a, zikir hendaknya kita lakukan dengan khidmat, penuh kesungguhan.
8. Berusahalah mewujudkan pesan-pesan moral zikir dalam hidup kita.
9. Jadikan zikir lisan sebagai wirid harian.
Wirid secara bahasa berarti sesuatu yang datang secara tetap atau dilakukan berulang-ulang. Seperti halnya membaca Al Qur’an, zikir dan shalat malam misalnya mengandung pengertian bahwa itu semua dilakukan secara istiqamah-mudawwamah, yakni tetap, rutin dan berkesinambungan.
Mudah-mudahan kita bisa meraih ketentraman hati di bulan suci ini melalui pengamalan zikir lisan yang istiqamah. Aaaamiiiiiiin Ya Rabbal’alamiiiiiin….
(Dari berbagai sumber)

Belajar Bahasa Inggris dengan Benar

Oleh Asep Wahyudin, S.Pd.

Ketika mengikuti tes wawancara dalam bahasa Inggris, seorang teman memperoleh hasil yang tidak memuaskan. Dan akhirnya ia dinyatakan tidak lulus. Awalnya saya tidak meragukan kompetensi teman saya dalam bahasa Inggris sebab selaian cerdas, hampir tiga tahun ia mengikuti kursus di lembaga yang cukup terkenal. Saya sama sekali tidak menyalahkan tempat kursus di mana teman saya menghabiskan waktu cukup lama untuk belajar bahasa Inggris, tapi setelah saya coba selidiki, rupanya ada yang salah dengan cara belajar bahasa Inggrisnya.
Kesalahan yang sama dilakukan oleh banyak orang yang belajar bahasa Inggris di mana pun dan dalam berbagai tingkatan. Sehingga jangan heran bila banyak siswa SMU hanya cengar-cengir, gugup atau lebih banyak diam bahkan terbengong-bengong ketika berhadapan dengan orang asing yang menggunakan bahasa Inggris. Tidak sedikit siswa SMU begitu tegang saat diajak bicara bahasa Inggris oleh gurunya. Dengan kata lain, kemampuan bahasa Inggris kita – meski telah belajar bertahun-tahun – secara umum tidak memadai walaupun untuk sekedar berkomunaksi secara sederhana.
Lalu bagaimanakah belajar bahasa Inggris yang benar itu? Paparan berikut mudah-mudahan bisa sedikit membantu siapapun untuk belajar bahasa Inggris dengan lebih baik sehingga hasilnya bisa memuaskan.

1. Berani Bicara

Bahasa adalah bicara. Tidak ada bahasa bagi mereka yang tidak bicara. Pernyataan ini tidak sepenuhnya benar karena bahasa tidak semuanya ditunjukkan dengan bicara. Tapi kemampuan bicara merupakan kemampuan produktif dari bahasa yang langsung bisa dilihat oleh orang yang berkomunikasi dengannya. Mereka yang memegang prinsip diam adalah emas dalam belajar bahasa tidak akan pernah menguasai bahasa apapun.
Apa yang mesti dibicarakan? Harus ngomong apa? Apa saja. Segala hal bisa kita bicarakan. Untuk memulaikan kita bisa menggunakan ungkapan-ungkapan yang biasa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ungkapan-ungkapan ini biasanya menggunakan kalimat pendek dan sederhana, contoh: Good morning, how are you today? Do you know what time is it? Is today Monday? Have you finishen your homework? Can you tell me what’s the date today? It’s very hot this afternoon, dan lain-lain. Jadikan ini sebagai awal keseriusan kita dalam belajar bahasa Inggris. Biasakanlah untuk mengungkapkan hal sederhana ini dalam berbagai kesempatan.
Sedikit bicara atau malah banyak diam merupakan kesalahan besar dalam belajar bahasa Inggris. Bila ini tetap dipertahankan, sebonafide apapun suatu lembaga kursus tetap tidak akan menjamin penguasaan bahasa Inggris yang baik.

2. Menguasai Tenses dan Tata Bahasa Lainnya

Bahasa adalah aturan. Salah besar bila ada orang yang mengatakan jangan perhatikan tata bahasa ketika berbicara bahasa Inggris. Benar untuk melatih keberanian awalnya kita tidak terlalu fokus pada aturan, tapi bila dipertahankan bahasa yang tanpa aturan justru akan membingungkan. Bahasa yang tanpa aturan adalah bahasa yang amburadul. Siapapun akan sulit memahami bahasa seperti ini.
Sesederhana apapun suatu kalimat dalam suatu bahasa pasti memiliki aturan. Mereka yang tidak memahami struktur pola kalimat dan penggunaannya tentu akan kesulitan dalam berbahasa Inggris yang benar. Bukankah kurang tepat kita bertanya What do you do? Kepada seseorang dengan maksud menanyakan apa yang sedang dia lakukan. Kalimat yang lebih tepat adalah What are you doing?
Sebagai orang yang belajar suatu bahasa asing, kita dituntut untuk mengikuti aturan berbahasa dari bahasa yang kita pelajari. Meskipun demikian, janganlah hal ini justru jadi penghambat kita untuk takut berbicara karena takut salah menggunakannya. Dalam belajar, salah adalah hal biasa tapi tentunya jangan dibiasakan.
Jadi, kita harus benar-benar menguasai pola kalimat serta aturan lainnya dalam bahasa Inggris. Menguasai suatu bahasa berarti memahami aturan-aturan bahasa tersebut. Pahami dan gunakan sesering mungkin dalam percakapan sehari-hari.
Menganggap remeh aturan berbahasa atau bahkan mengabaikannya merupakan kesalahan lain dalam belajar bahasa Inggris.

3. Senantiasa Menambah Kosa Kata

Bagaimanapun bahasa adalah rangkaian kata. Semakin banyak kata yang kita kuasai akan semakin mudah kita merangkai kata-kata tersebut untuk mengungkapkan maksud dalam kalimat yang bervariasi.
Namun, banyak orang yang salah dalam menambah kosa kata. Mereka hanya menuliskan arti kata yang dipelajarinya di bagian pinggir, di bawah atau di atas kata yang tidak dipahaminya. Cara seperti ini tentu akan menyulitkan kita untuk benar-benar menguasainya, dalam arti membaca, mengulang kembali serta menghapalkan kata tersebut pada kesempatan lain. Dan tentu saja tulisan seperti ini tidak menarik dan mungkin akan menurunkan semangat belajar kita.
Cara yang benar untuk memperkaya kosa-kata kita adalah menambahnya sedikit demi sedikit serta perlahan-lahan, tidak sekaligus. Tapi lakukan hal ini terus-menerus. Buatlah dalam buku khusus atau lebih bagus lagi dalam kartu warna-warni yang menarik. Apa yang mesti kita tuliskan di sana?
Pertama, tulislah kata yang ingin kita kuasai beserta lafalnya (cara membacanya). Gunakan kamus yang representatif, yang pelafalannya bisa dipertanggungjawabkan. Saat ini untuk mengetahui lafal kita pun bisa menggunakan aplikasi dari Google Translate.
Kedua, tuliskan pula contoh penggunaan kata tersebut dalam kalimat. Cukup satu atau dua kalimat. Untuk memudahkannya, kita langsung mengambil contoh kalimatnya dari teks yang kita pelajari.
Ketiga, tulislah arti dari kata tersebut di belakang kartu atau di bagian lainnya. Tidak boleh langsung di dekat kata yang ingin kita kuasai. Mengapa harus begini? Agar kita biasa berpikir dengan bahasa Inggris. Salah kalau kita menggunakan bahasa Indonesia lalu di-Inggris-kan. Setiap bahasa memiliki cara yang berbeda dalam mengungkapkan maksud/ide/gagasan. Dengan demikian, secara bersamaan kita mengetahui penulisan, cara membaca juga penggunaan langsung kata tersebut dalam kalimat sekaligus mengetahui artinya, bahkan tanpa membuka arti dari kata yang dimaksud. Inilah yang dinamakan menguasai satu kata. Jadi, sekali lagi bukan dengan cara menuliskan arti dari kata tersebut di bagian pinggir atau bawah teks atau dialog.
Keempat, tuliskan nomor secara berurutan di setiap kata yang kita tuliskan tersebut. Hal ini pun untuk memudahkan kita mengukur seberapa banyak perbendaharaan kata yang benar-benar telah kita kuasai. Bacalah berulang-ulang kata-kata tersebut dan gunakan dalam percakapan maupun tulisan sampai kita menyatu dengan kata-kata itu. Kata-kata ini menjadi milik kita bila kita dengan mudah spontan menggunakannya.
Kurangnya perhatian kita dalam menambah kosa kata ini membuat kemampuan bahasa Inggris kita jalan di tempat.

4. Membiasakan Menyimak Penutur asli (Native Speaker)

Bagi mereka yang tinggal di Amerika, Inggris atau Australia tentu ini bukan hal yang sulit. Setiap saat mereka berkomunikasi dengan orang yang sejak kecil berbicara bahasa Inggris. Mereka yang tinggal di lokasi wisata yang sering dikunjungi turis asing mungkin bisa langsung berkomunikasi dengan para turis tersebut. Lalu, bagaimana dengan kita yang tidak memiliki keuntungan tersebut?
Banyak jalan menuju Roma. Bagi mereka yang menyukai lagi Barat, belajar dari penyanyi favorit melalui kaset atau youtube menjadi pilihan menarik. Bagi yang suka film Hollywood, sering-seringlah menyimak tayangan-tayangannya tanpa melihat terjemahannya. Untuk awal kita bisa menggunakan teks bahasa Inggris langsung sambil kita mendengar bagaimana kata dan kalimat tersebut diucapkan. Atau saat ini kita bisa memilih tayangan youtube, baik yang khusus untuk pelajaran bahasa Inggris atau pun tayangan dengan tema-tema kehidupan lainnya.
Kesulitan awal kita untuk memahami para penutur asli ini adalah kecepatan dan ketidakjelasan. Tetapi seiring jalannya waktu bila kita rutin melakukannnya, perlahan-lahan kita justru merasa heran dengan kelambatan berbicara para penutur asli di kaset-kaset tingkat pemula. Sedikitnya “kontak” kita dengan para penutur asli ini mengakibatkan rasa bahasa kita kurang terasah sehingga kita tetap kebingungan memahami mereka.

5. Akrab dengan teks bahasa Inggris

Kita banyak belajar dari bacaan berbahasa Inggris. Melalui teks ini kita bisa mengetahui bagaimana mereka mengungkapkan ide dan gagasannya. Biasakanlah membaca koran, majalah, novel, komik, atau buku-buku berbahasa Inggris lainnya. Bacaan variatif ini pun bisa mencegah kejenuhan belajar. Teruslah membaca walaupun pada mulanya banyak sekali kata yang tidak kita pahami. Yang penting, secara umum kita menangkap maksud dari teks yang kita baca. Daya baca yang semakin meningkat terhadap teks Inggris ini tentu akan semakin meningkatkan kompetensi bahasa Inggris kita. Disadari atau tidak kosa kata pun akan semakin bertambah seiring dengan keakraban kita dengan teks-teks bahasa Inggris.
Keterbatasan kita dalam mengonsumsi teks berbahasa Inggris membuat kemampuan bahasa Inggris kita kurang berkembang. Kekurangan kita adalah menjadikan buku paket atau buku pegangan sebagai satu-satunya sumber belajar, tanpa menambah dengan sumber bacaan lainnya.

6. Mempelajari dan Menghapalkan Ungkapan/Idiom

Cukup banyak ungkapan yang maknanya sama sekali berbeda tatkala kita terjemahkan langsung ke dalam bahasa Indonesia. Contoh sederhana, kurang tepat bila kita artikan What is the correct time? Dengan “Pukul berapa yang benar?”
Biasanya kita banyak menemukan ungkapan-ungkapan seperti ini dalam dialog atau percakapan. Bacalah ungkapan tersebut dengan keras dan latihlah berulang-ulang. Perlahan-lahan, insya Alloh, kita pasti menguasainya.
Kurangnya perhatian terhadap ungkapan-ungkapan ini pun akan menghambat kemahiran bahasa Inggris kita.

7. Carilah Partner Setia

Kita butuh teman untuk meningkatkan kemahiran bahasa Inggris kita. Lingkungan yang mendukung akan lebih memudahkan kita untuk lebih cepat menguasai bahasa Inggris. Di tempat-tempat kursus tentunya lebih mudah menemukan teman dengan kemauan yang sama – walaupun tidak selalu jadi jaminan – daripada di sekolah. Setelah menemukan teman yang cocok dengan komitmen yang sama – lebih banyak lebih bagus – buatlah komitmen bersama untuk senantiasa menggunakan bahasa Inggris dalam berkomunikasi. Buanglah jauh-jauh alasan untuk tidak melakukannya, seperti, tidak bisa, malu, takut dan semacamnya. Yakinkan, bersama kita bisa. Dengan komitmen bersama untuk berbahasa Inggris di berbagai kesempatan, sedikit-sedikit kita akan semain kompeten berbahasa Inggris.
Lingkungan yang kurang mendukung akan memandegkan kemampuan bahasa Inggris kita.

8. Optimalkan Guru Pembimbing

Guru sangat penting dalam belajar apapun, juga bahasa Inggris. Tentu saja guru yang mumpuni. Selain sebagai partner dalam bicara bahasa Inggris, guru bisa sekaligus mengoreksi kekeliruan kita dan tempat kita bertanya kalau ada kesulitan.
Kurang optimal dalam memanfaatkan guru merupakan kesalahan berikutnya sehingga kita tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik.

Selamat belajar bahasa Inggris dengan benar! Mudah-mudahan kemampuan bahasa Inggris Anda semakin baik. Good luck!

SURGA DI TELAPAK KAKI IBU

gambar artikel1

Seandainya suatu ucapan diterima atau didengar oleh telinga, maka ucapan hati diterima oleh hati. Ucapan yang keluar dari kalbu akan diterima oleh kalbu juga. Tidak ada ucapan yang ikhlas dan ucapan yang bersih sebagaimana ucapan yang dituliskan oleh hati dan kalbu yang ikhlas.
Surat ini ditulis oleh seorang ibu untuk anak yang telah telah dewasa, Seorang anak yang telah membangun rumah tangga, telah mendapatkan pendamping hidup, dan telah merasakan kehidupan yang baru. Seorang ibu tersebut menuliskan suratnya dengan air mata dan hatinya. Kemudian ia titipkan kepada anaknya. Surat seorang ibu kepada anak adalah surat yang sangat luar biasa. Surat yang ditulis karena cinta dan didorong oleh rasa kasih sayang.
Berikut ini adalah petikan surat ibu tersebut kepada anaknya. Semoga bermanfaat.
“Bismillah.”
“Untuk anakku yang kusayangi di bumi Allah Ta’ala.”
“Segala puji ibu panjatkan kehadirat Alloh Ta’ala yang telah memudahkan ibu tuk beribadah kepada-Nya. Sholawat serta salam ibu sampaikan kepada Nabi Muhammad Shollolloohu ‘alaihi wasallam, keluarga, dan para sahabatnya.”
“Wahai anakku, kutulis surat ini dari tangan seorang ibu yang merana, yang ditulisnya dengan rasa malu, dalam kegelisahan, dan lamanya penantian. Lamanya dipegang pena ini hingga berlinang air matanya.”
“Wahai anakku, telah senja kini usia ibu dan aku melihat dirimu telah beranjak dewasa. Telah sempurna akal dan telah matang pikiranmu.”
“Wahai anakku, diantara hak ibu adalah sudi kiranya engkau membaca suratku ini. Namun bila engkau enggan wahai anakku, robeklah suratku ini sebagaimana engkau telah merobek-robek hati ibumu ini.”
“Wahai anakku, dua puluh lima tahun yang silam, kebahagiaan paling besar kurasakan dalam hidupku tatkala dokter mengabarkan kehamilanku. wahai anakku, setiap ibu sungguh telah mengetahui makna kalimat ini dengan baik.”
“Sungguh itu merupakan kebahagiaan dan kegembiraan, Inilah awal kepayahan dan perubahan dalam tubuhku. Setelah berita kegembiraan ini, ibu mengandungmu selama sembilan bulan dengan penuh kebahagiaan. Aku bangkit, tidur, dan makan dengan penuh kesulitan. Dan akupun bernafas dengan kepayahan.”
“Namun, semua kesulitan dan kepayahan ini tidak mengurangi sedikit pun rasa cinta dan sayangku padamu. Bahkan cinta kasihku semakin bertambah padamu. Seiring dengan berjalannya waktu, kian bertambah besar rasa rinduku menanti kehadiranmu.”
“Wahai anakku, aku mengandungmu dengan penuh kepayahan dan rasa sakit yang tiada terkira. Betapa gembiranya diriku tatkala kurasakan pergerakanmu dan bertambah pula kebahagiaanku tatkala kurasakan bertambahnya berat tubuhmu yang tentunya membuat berat bagi diriku. Sungguh inilah kepayahan yang panjang kurasakan.”
“Datanglah malam-malam dimana aku tak dapat tidur dan kedua mataku pun tak kuasa tuk kupejamkan. Anakku, kurasakan rasa sakit, kegelisahan, dan rasa takut yang mencekam yang tak bisa kuungkapkan dengan pena ini dan kukatakan padamu dengan ungkapan lisan.”
“Hingga aku melihat dengan kedua mataku seakan-akan kematian akan menjemput diriku sampai akhirnya kamu terlahir ke dunia. Air mata kepedihanku terpancar bersamaan dengan jerit tangismu. Hilanglah semua rasa sakit dan kepedihan.”
“Wahai anakku, telah berlalu masa-masa dimana aku meninabobokanmu di dadaku dan memandikan dirimu dengan kedua tanganku. Kujadikan pangkuanku sebagai ranjang bagimu dan susuanku sebagai makanan untukmu.”
“Aku terjaga sepanjang malam agar kamu dapat tertidur pulas dan aku berlelah diri di siang hari untuk kebahagiaan dirimu. Kebahagiaanku tatkala kamu meminta sesuatu pada ibu dan segera kupenuhi pintamu. Itulah puncak tertinggi kebahagiaanku.”
“Telah berlalu malam-malam dan telah berlalu hari demi hari. Demikian kulakukan semua itu untuk kebahagiaanmu. Melayanimu sepenuhnya dan tidak melalaikanmu. Menyusuimu tiada henti-hentinya dan merawatmu tanpa ada rasa kebosanan hingga besar tubuhmu.”
“Tibalah masa keremajaanmu dan tanda-tanda kedewasaanmu pun telah tampak pada dirimu. Hingga ibu mencarikan untukmu seorang wanita yang kau inginkan untuk kau nikahi.”

“Dan tibalah waktu pernikahanmu yang membuat sedih hatiku. Berlinang air mataku karena kebahagiaan dengan lembaran hidupmu yang baru. Bercampur duka yang dalam karena akan berpisah denganmu.”
“Kemudian tibalah masa-masa yang amat berat bagi diriku dimana kurasakan dirimu kini bukanlah buah hati yang dahulu kukenal. Sungguh engkau telah mengingkari diriku dan melupakan hak-hakku.”
“Hari terus berlalu dan tidak pernah lagi kulihat dirimu, tak pernah kudengar lembut suaramu, apakah kamu lupa kepada seorang wanita yang telah memeliharamu dengan penuh rasa cinta.”
“Wahai anakku, aku tidak menuntut apa-apa darimu. Jadikanlah diriku layaknya sahabat yang kamu miliki. Wahai buah hatiku, jadikanlah diriku sebagai salah satu tempat persinggahanmu yang senantiasa kamu kunjungi setiap bulan walau hanya sesaat.”
“Wahai anakku, gemetar seluruh tubuhku, lemah kurasakan badanku karena sakit yang aku derita. Berbagai penyakit silih berganti singgah kepadaku.”
“Aku tak mampu berdiri melainkan dengan kesulitan, aku tak mampu untuk duduk melainkan dengan kepayahan, dan senantiasa hati ini dipenuhi dengan rasa rindu akan cinta dan sayangmu.
“Apabila suatu saat ada orang yang memuliakan dirimu, niscaya kamu akan memujinya karena perlakuannya terhadap dirimu dan kebaikan sikapnya pada dirimu. Wahai anakku, ibumu ini lebih banyak berbuat kebaikan pada dirimu dan berlaku ma’ruf padamu hingga tidak dapat dibalas dengan apapun jua.”
“Ibu telah merawatmu dan melayani semua kebutuhanmu bertahun-tahun lamanya. Manakah balasanmu? Apakah setelah semua ini, hatimu menjadi keras? Dan berlalunya waktu kian membuat dirimu jauh dariku.”
“Wahai anakku, acap kali aku mengetahui bahwa engkau bahagia dalam hidupmu, maka bertambah pula kebahagiaan dan kegembiraanku. Namun, betapa herannya ibu pada dirimu anakku, yang telah kubesarkan dengan belaian kedua tanganku.”
“Dosa apakah yang telah kuperbuat hingga aku menjadi musuh bagimu? Engkau tak mau menjengukku, beratkah langkah kakimu untuk mengunjungiku?”
“Apakah aku melakukan suatu kesalahan pada dirimu? Ataukah aku telah melakukan kelalaian dalam melayanimu? Jadikanlah diriku layaknya pelayan-pelayanmu yang engkau berikan upah kepada mereka.”
“Berikanlah aku sedikit saja rasa belas kasih dan sayangmu. Wahai anakku, berbuat baiklah pada diriku karena sesungguhnya Alloh akan memberikan balasan kebaikan bagi orang yang berbuat baik.”
“Wahai anakku, tak ada yang kuinginkan di dunia ini selain melihat wajahmu. Tak ada yang kuinginkan selain itu. Biarkanlah aku menatap wajahmu dan meredakan amarahmu.”
“Wahai anakku, bergetar keras detak jantungku dan berlinang deras air mataku melihat dirimu hidup bahagia dan tercukupi. Senantiasa manusia memperbincangkan akan kebaikanmu, kedermawanan, dan kemuliaanmu.”
“Wahai anakku, apakah kiranya hatimu masih memiliki seberkas rasa belas kasih terhadap seorang wanita yang renta dan lemah ini? Yang hatinya diliputi dengan kerinduan dan diselimuti dengan kesedihan?”
“Engkau telah membuat duka hatiku, membuat air mataku berlinang, menghancurkan hatiku, dan terputusnya hubungan.”
“Aku tak akan mengadukan kepedihan ini dan belum terhapus kedukaan ini karena bila naik menembus awan-awan dan mengetuk pintu-pintu langit niscaya bala akan datang padamu. Berbagai keburukan menghampirimu dan musibah besar akan menimpamu.”
“Tidak! Tak akan mungkin aku lakukan hal tersebut. Wahai anakku, kamu akan senantiasa menjadi buah hatiku, penyejuk pandanganku, dan kebahagiaan duniaku.”
“Sadarlah wahai anakku. Rambut putihmu mulai tampak. Telah berlalu waktu dan masa yang panjang yang menjadikan dirimu mulai menua.”
“Wahai anakku, bukankah balasan itu sesuai dengan perbuatan. Niscaya kamu akan menulis surat ini kepada anakmu dengan linangan air mata sebagaimana aku menulis surat ini untukmu.”
“Wahai anakku, takutlah kepada Alloh, hentikanlah tangisku dan hapuslah kedukaanku. Setelah itu, jika engkau inginkan, maka sobeklah surat ibumu ini.”
“Dan ketahuilah wahai anakku, “barangsiapa yang mengamalkan kebaikan, maka kebaikan itu untuknya dan barangsiapa yang berbuat keburukan, maka keburukan itu akan kembali padanya.”
“Wasallallohu ‘alaa nabiyyiina Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wasallam.”

“Dari ibumu yang merana.”
(Disadur oleh Murdewi, S.Pd. dari: Kajian Radio Rodja FM dan Kajian Ust. Armen Halim Naro rohimahullohu ta’ala – Disadur dengan beberapa pengaturan kata tanpa mengubah maknanya)
gambar artikel1

Kisah Ban

Seorang anak memperhatikan ayahnya yang sedang mengganti ban mobil mereka. “Mengapa ayah mau repot-repot mengerjakan ini dan tidak memanggil orang bengkel saja untuk mengerjakannya?” tanya si bocah dengan penasaran.
Sang ayah tersenyum. “Sini, nak, kau lihat dan perhatikan. Ada enam hal tentang ban yang bisa kita pelajari untuk hidup kita,” katanya sambil menyuruh sang bocah duduk di dekatnya. “Belajar dari ban?” Mata sang anak membelalak. “Lebih pintar mana ban ini daripada bu guru di sekolah?”
Sang ayah tertawa. “Gurumu tentu pintar, Nak. Tapi perhatikan ban ini dengan segala sifat-sifatnya. Pertama, ban selalu konsisten bentuknya. Bundar. Apakah dia dipasang di sepeda roda tiga, motor balap pamanmu, atau roda pesawat terbang yang kita naiki untuk mengunjungi kakek-nenekmu. Ban tak pernah berubah menjadi segi tiga atau segi empat.”
Si bocah mulai serius. “Benar juga ya, Yah. Terus yang kedua?”
“Kedua, ban selalu mengalami kejadian terberat. Ketika melewati jalan berlubang, dia dulu yang merasakan. Saat melewati aspal panas, dia juga yang merasakan. Ketika ada banjir, ban juga yang harus mengalami langsung. Bahkan ketika ada kotoran hewan atau bangkai hewan di jalan yang tidak dilihat si pengemudi, siapa yang pertama kali merasakannya?” tanya sang ayah.
“Aku tahu, pasti ban ya, Yah?” jawab sang bocah antusias.

“Benar sekali. Yang ketiga, ban selalu menanggung beban terberat. Baik ketika mobil sedang diam, apalagi sedang berjalan. Baik ketika mobil sedang kosong, apalagi saat penuh penumpang dan barang. Coba kau ingat,” ujar sang ayah. Si bocah mengangguk.
“Yang keempat, ban tak pernah sombong dan berat hati menolak permintaan pihak lain. Ban selalu senang bekerja sama. Ketika pedal rem memerintahkannya berhenti, dia berhenti. Ketika pedal gas menyuruhnya lebih cepat, dia pun taat dan melesat. Bayangkan kalau ban tak suka kerjasama dan bekerja sebaliknya? Saat direm malah ngebut, dan saat digas malah berhenti?”
“Wow, benar juga Yah,” puji sang bocah sambil menggeser duduknya lebih dekat kepada sang ayah.

“Nah, sifat kelima ban adalah, meski banyak hal penting yang dilakukannya, dia tetap rendah hati dan tak mau menonjolkan diri. Dia biarkan orang-orang memuji bagian mobil lainnya, bukan dirinya.”
“Maksud ayah apa?” tanya si bocah bingung.
“Kamu ingat waktu kita ke pameran mobil bulan lalu?” tanya sang ayah disambut anggukan sang bocah.
“Ingat dong, Yah, kita masuk ke beberapa mobil kan?”
“Persis,” jawab sang ayah. “Biasanya di show room atau pameran mobil, pengunjung lebih mengagumi bentuk body mobil itu, lalu ketika mereka masuk ke dalam, yang menerima pujian berikutnya adalah interior mobil itu. Sofanya empuk, AC-nya dingin, dashboardnya keren, dll. Jarang sekali ada orang yang memperhatikan ban apalagi sampai memuji ban. Padahal semua kemewahan mobil, keindahan mobil, kehebatan mobil, tak akan berarti apa-apa kalau bannya kempes atau bocor.”
“Wah, iya ya, Yah, aku sendiri selalu lebih suka memperhatikan kursi mobil untuk tempat mainanku.”

Sang ayah selesai mengganti bannya, dan berdiri menatap hasil kerjanya dengan puas. “Yang keenam tentang ban adalah, betapa pun bagus dan hebatnya mobil yang kau miliki, atau sepeda yang kau punya, atau pesawat yang kita naiki, saat ban tak berfungsi, kita tak akan bisa kemana-mana. Kita tak akan pernah sampai ke tujuan.” Sang anak mengangguk-angguk.

Sang ayah menuntaskan penjelasannya,
“Jadi saat kau besar kelak, meski kau menghadapi banyak masalah dibanding kawan-kawanmu, menghadapi lumpur, aspal panas, banjir, atau tak mendapat pujian sebanyak kawan-kawanmu, bahkan terus menanggung beban berat di atas pundakmu, tetaplah kamu konsisten dengan kebaikan yang kau berikan, tetaplah mau bekerja sama dengan orang lain, jangan sombong dan merasa hebat sendiri, dan yang terpenting, tetaplah menjadi penggerak di manapun kau berada. Itulah yang ayah maksud dengan hal-hal yang bisa kita pelajari dari ban untuk hidup kita.”

Nice Story

Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia.
Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya, “Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?”. Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia menolak untuk menikah dengannya. Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk surat singkat kepada gadis itu,……… “Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya.”

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

Hidup adalah anugerah…
Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar, ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.
Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke surga.
Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu, ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.
Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai, ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.
Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh, ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.
Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,ingatlah akan para pengangguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.
Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.
Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini. Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah itu.

NIKMATILAH SETIAP SAAT DALAM HIDUPMU, KARENA MUNGKIN ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI